Muhammad Awwad, S. Sos. I

ilmu tidak akan diperoleh tanpa merasakan pahitnya kemiskinan.

Muhammad Awwad, S. Sos. I

jangan takut berkorban dalam menuntut ilmu.

Muhammad Awwad, S. Sos. I

hidup bukan untuk di protes, namun hidup membutuhkan proses.

Muhammad Awwad, S. Sos. I

luangkan waktumu sebanyak mungkin untuk menimba ilmu.

Muhammad Awwad, S. Sos. I

tuntutlah ilmu demi ilmu itu sendiri.

Senin, 08 Juli 2013

Layakkah Orang Berdosa Menjalankan Puasa




Bulan puasa merupakan bulan yang suci, agung dan penuh dengan kemuliaan. Pada bulan puasa ribuan malaikat bahkan dengan jumlah yang tak terhingga berbondong-bondong turun ke bumi. Berbagai kemuliaan, keberkahan, rahmat dan ampunan Allah Swt menjadi perhiasaan bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Eksistensi akan kemuliaan bulan puasa semakin ditunjukkan dengan diikatnya mahluk tuhan yang bernama syetan dan iblis. Hal itu dilakukan agar tidak mengotori keagungan bulan puasa. Namun, manusia yang tuli, buta dan hati yang gelap gulita tidak mau mengambil pelajaran dari kejadian tersebut. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya umat muslim yang tidak menjalankan puasa. Berbagai warung makanan yang dibuka secara terbuka maupun sembunyi-sembunyi menjadi pelarian bagi umat muslim yang tidak menjalankan puasa. Fenomena pencurian bukan malah berkurang, justru pada bulan puasa fenomena pencurian semakin marak. Aku tidak mengerti, kenapa orang-orang seperti itu, tdak mau menghormati bulan ramadhan yang penuh dengan keagungan.


Sejauh ini jawaban atas pernyataan tersebut, dikarenakan belum silap dan belum l;ayak untuk memasuki bulan puasa. Landasan ontologoi saya mengatakan seperti itu. Di dalam agama Islam, sebelum datangnya bulan ramadhan, terlebih dahulu kita akan memasuki bulan rajab dan sya’ban. Bulan rajab dikenal sebagai bulan penyucian maksiat lahiriah. Sedangkan bulan sya’ban dikenal dengan bulan penyucian bathiniah. Setelah kita bisa melewati bulan tersebut, baru kita akan memasuki bulan ramadhan yakni bulan kemenangan atau bulan kesucian. Sebenarnya yang disebut suci, apakah bulannya atau orang-orang yang memasuki bulan tersebut? Pertanyaan akan saya jawab dengan proses sebelum kita memasuki bulan ramadhan. Apabila kita perhatikan secara seksama, ada dua bulan yakni bulan rajab dan sya’ban. Kedua bulan tersebut, digunakan untuk menyucikan maksiat lahir dan bathin. Jadi singkatnya, yang dikatakan suci adalah oranya. Sedangkan bulan ramadhan dikenal dengan bulan kemenangan. Dikatakan bulan kemenangan,hanya diperuntukkan kepada hamba-hamba allah swt yang telah mampu menyucikan maksiat lahir dan bathin pada bulan rajab dan sya’ban. Sehingga ketika memasuki bulan ramadhan sudah dalam keadaan suci. Kemduian yang jadi pertanyaannya, layakkah orang yang masih berdosa memasuki bulan puasa? Wallahu’alam bisshowab.


Minggu, 07 Juli 2013

Menuntut Ilmu Mempermudah Jalan Menuju Surga




Islam adalah salah  satu agama yang memiliki perhatian yang besar bagi orang-orang yang menuntut ilmu. Islam menempatkan derajat orang berilmu (‘alim) pada derajat yang tinggi. Salah satu hadits yang diriwayatkan oleh (HR. Muslim) Raslulullah Saw bersabda :

“Barangsiapa merintis jalan mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.”

Keterangan hadits di atas menjadi motivasi bagi orang-orang yang menuntut ilmu. Dengan ilmu kebahagian dunia-akherat akan bisa diperoleh. Semangat menuntut ilmu menjadi modal awal menggapai ilmu itu sendiri. Satu hal yang perlu dihindari dalam menuntut ilmu, janganlah menuntut ilmu dengan tujuan untuk menumpukkan harta, kesombongan dan bukan untuk dibanggakan. Namun, ilmu sebagai perhiasan sekaligus sebagai perisai yang akan menjaga keselamatan kita. Sesuai dengan salah satu sabda Rasulullah Saw :

“Sesuatu yang di langit dan bumi itu memohonkan ampunan bagi orang ‘alim (pandai)” [Abu Darda']

Hadits yang lain juga menerangkan kepada orang-orang yang menuntut ilmu dengan tujuan untuk dijadikan kebanggaan maka ancamannya adalah neraka. Sebagaimana hadits Rasulullah Saw bersabda :

“Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam mejelis (pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu. Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka”. (HR. Al-Tirmidzi dan Ibn Majah)

Ilmu sekali lagi bukan untuk diperdebatkan, melainkan untuk saling meluruskan satu sama lain. Mudah-mudahan dengan tulisan yang sangat ini, dapat bermanfaat dan menggerakkan hati kita untuk selalu optimis dan konsisten dalam menuntut ilmu sampai akhir hayat. Amiin ya rabbal ‘alamin.

Trik-Trik Pembelajaran Efektif

jurnal ilmiah


Kebanyakan yang menjadi persoalan mendasar bagi pelajar, yakni tidak mengenali bagaimana cara belajar yang efektif, sehingga tidak sedikit para pelajar menjadi bosan dan akibatnya mereka putus asa yang berimplikasi pada prestasi yang kurang baik. Persoalan-persoalan yang muncul biasanya seperti kurangnya dalam penalaran, tidak bisa menyelesaikan tugas dengan baik, daya ingat pelajar yang kurang baik, tidak bisa memahami penjelasan yang diberikan oleh gurunya dan banyak lagi persoalan-persoalan yang lain. Dari sinilah, pemerintah membuat kebijakan untuk menetapkan bimbingan dan konseling penting untuk diaadakan di setiap sekolah.
Berdasarkan pengalaman penulis dalam menempuh pendidikan selama ini di sekolah. Ada beberapa hal yang sangat signifikan dalam mempengaruhi problematika para pelajar. Diantaranya adalah :

1.   Kurangnya rasa ingin untuk mengetahui

Dalam hal ini, kita mencoba untuk mengevaluasi dari pengalaman sejak masih kecil. Ketika masih kecil, biasanya kita banyak bertanya. Hal-hal yang dianggap asing dalam pendegaran kita, secara tidak langsung kita bertanya dan bertanya. Bahkan, ketika tidak ada jawaban terkadang kita menangis.. Dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan, banyak hal yang kita tau. Budaya banyak bertanya menjadi salah satu trik pembelajaran yang efektif. Untuk itu, janganlah malu untuk bertanya kalau kita belum mengerti. Orang bilang “malu bertanya sesat di jalan”.

2.    Menumbuhkan kesadaran bahwa kita bisa naik dari bawah bukan dari atas

Membangun kesadaran seperti ini akan berimplikasi pada konsisten dalam mengevaluasi diri. Terkadang banyak pelajar yang tidak bisa memahami penjelasan dari gurunya, tanpa gurunya tidak mau tau akan masalahmu. Untuk itu, jangan mau ketinggalan dalam ilmu pengetahuan. Semakin banyak yang ditau semakin semangat anda dalam belajar. Jadi, permasalan bosan dalam belajar bisa teratasi. Dalam menjalani proses seperti ini, jangan malu-malu untuk mengulang kembali pelajaran-pelajaran yang sudah-sudah, kalu memang itu belum kita mengerti. Karena rasa malu adalah masalah terbesar dalam menjalankan trik ini. Semakin anda mampu menghilangkan rasa malu, semakin besar peluang anda untuk menjadi orang sukses.

3.    Jauhi lingkungan yang kurang mendukung, jikalau hal itu menjadi batu penghalang bagi anda.

Lingkungan memberikan pengaruh yang besar bagi perkembangan seseorang. Untuk itu, kalau anda mau jadi orang pintar, bertemanlah sama teman-teman yang dianggap pintar. Dengan seperti itu, sedikit tidak, anda akan ikut jadi orang pintar.

4.    Jangan lupa berdo’a

Berdo’a adalah sebuah ungkapan kita kepada tuhan yang maha agung akan kehinaan, kebodohan, kelemahan, serta ketergantungan kita kepada nya. Karena hanya dia yang maha kuat, maha pintar, maha berkehendak. Untuk itu, berdoalah sebanyak-banyaknya. Karena dia yang maha tau apa yang cocok bagi anda.

Mudah-mudahan apa yang menjadi pengalaman penulis diatas. Selama menempuh pendidikan selama ini, dapat bermanfaat. Amiiin….