Muhammad Awwad, S. Sos. I

ilmu tidak akan diperoleh tanpa merasakan pahitnya kemiskinan.

Muhammad Awwad, S. Sos. I

jangan takut berkorban dalam menuntut ilmu.

Muhammad Awwad, S. Sos. I

hidup bukan untuk di protes, namun hidup membutuhkan proses.

Muhammad Awwad, S. Sos. I

luangkan waktumu sebanyak mungkin untuk menimba ilmu.

Muhammad Awwad, S. Sos. I

tuntutlah ilmu demi ilmu itu sendiri.

Sabtu, 06 Juli 2013

Kelebihan Dan Tips Menjadi Orang Pintar, Cerdas Dan Tanggap






Setiap orang pasti selalu menginginkan kepintaran, kecerdasan, dan tanggap dalam menghadapi persolan yang ada. Kenapa tidak, dengan menjadi orang pintar, kita bisa mendapatkan suatu hal yang lebih dari orang lain. Misalnya, banyak orang yang membutuhkan kita, sehingga kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya pintar. Kenapa tidak? dengan memiiki anak yang pintar akan mengangkat harkat dan martabat. Dengan menjadi orang pintar, cerdas dan tanggap kita bisa mendapatkan uang. kenapa tidak? dengan kepintaran, kecerdasan, dan tanggap dalam menghadapi persoalan yang ada akan banyak pekerjaan yang akan mananti kita. Jadi, bukan kita yang mencari kerja, tapi kita yang dicari oleh pekerjaan.

Dengan menjadi orang pintar, kita akan memiliki pergaulan yang semakin luas dan pengalaman akan selalu meningkat. Kenapa tidak? karena dengan menjadi orang pintar, cerdas dan tanggap kita akan semakin dibutuhkan oleh banyak orang lain. Dengan menjadi orang pintar, cerdas,dan tanggap kita bisa menjadi orang kaya. Kenapa tidak? karena dengan menjadi orang pintar, cerdas dan tanggap ini akan akan membuka peluang kerja yang banyak, sehingga dari sana nanti kita akan mendapatkan kekayaan. 

Agama islam juga menjamin bahwa orang yang berilmu derajatnya akan ditinggikan. Dan dengan menjadi orang pintar, cerdas, dan tanggap ini akan membuka peluang untuk mendapatkan pasangan hidup yang sesuai dengan keinginan kita. Kenapa tidak? dengan menjadi orang pintar, cerdas dan tanggap kita bisa mendapatkan kecukupan bahkan bisa menjadi orang yang kaya raya wowwwwww……..  itu hanya segilincir kelebihan orang pintar, cerdas dan tanggap terhadap persoalan yang ada. Mau gak jadi orang seperti itu??? Ya maulah..hanya orang gila yang tidak mau kayak gitu!!!!!!!!!!!!!!hehehe.

tapi syaratnya Cuma satu, gak banyak koq….kasih tau gak ya???????????? Mau tau aja atau mau tau banget???????  Hehe, Cuma bercanda ja,,,,, syarat menjadi orang pintar, cerdas dan tanggap terhadap persoalan yang ada adalah banyak “membaca”. Jangan dengar kata saya , tapi renungkan ketika ayat al-quran yang pertama turun yaitu “iqra’” “bacalah”. Yakinlah sama al-quran, insya allah akan sukses dunia-akherat. Semoga bermanfaat. Amiin

Akselerasi Pendidikan Sebagai Pangkal Kemajuan Bangsa




Pendidikan merupakan salah satu aspek yang memiliki peran yang sangat vital dalam menggapai kemajuan suatu bangsa. Kesadaran akan hal tersebut, menjadi motivasi bagi semua Negara di dunia, untuk tidak mau ketinggalan dalam ilmu pengetahuan. Berbagai upaya yang dilakukan dalam memantapkan system pendidikan, manajemen pendidikan, dan karakteristik pendidikan. Negara Jepang sebagai contoh yang tepat bagaimana peranan pendidikan mampu mengubah perekonomian bangsa yang hancur lebur akibat Perang Dunia II kini bisa bangkit keterpurukan. Lebih hebatnya lagi bahkan mampu menguasai sebagian besar ekonomi dunia. Jepang menjadi salah satu motor penggerak modernisasi peradaban dunia berkat pendidikan yang berkualitas.

Menyadari akan pentingnya pendidikan sebagai akselerasi kemajuan bangsa, menuntut kita untuk lebih mempersiapkan diri dan selalu optimis dalam menimba ilmu sebanyaknya-banyaknya. Islam salah satu agama yang memberikan perhatian yang besar terhadap ilmu pengetahuan. Sebagai bentuk kepedulian islam dalam memandang pendidikan, sehingga ummat islam (muslim) di wajibkan untuk menunt ilmu sebagaimana yang tertuang dalam sebuah hadits. Sadar akan hal tersebut, lantas apa tindakan nyata kita saat ini?. tanyakanlah pada diri kita masing-masing.

Pemerintah sebagai salah satu elemen bangsa, yang memiliki tugas dalam menyiapkan pendidikan bagi anak bangsa yang layak dan berkualitas, tentu menjadi impian bagi kita semua. system pendidikan yang tertata rapi dan manajemen pendidikan yang berkualitas memiliki implikasi yang signifikan dalam menentukan kualitas pendidikan bagi anak bangsa.

Realitas pendidikan yang ada saat ini, sudah mampu melahirkan anak-anak yang berprestasi, baik dalam negeri maupun di luar negeri. Akan tetapi tidak cukup dengan semua itu, karena masih banyak anak-anak bangsa yang sampai saat ini belum bisa mengenyam pendidikan. Keadilan dalam pendidikan dan peran pendidikan dalam memajukan bangsa yang memiliki harkat dan martabat,belum secara optimal di realisasikan.


Jumat, 05 Juli 2013

REVITALISASI KARAKTER PENDIDIKAN BANGSA INDONESIA

Oleh : Muhammad Awwad, S. Sos. I

            Sekilas kita melihat berbagai prestasi yang diraih oleh anak-anak bangsa indonesia, membuat kita semua bangga, karena hingga saat ini sudah lebih dari 100 medali emas yang berhasil dikumpulkan oleh anak-anak Indonesia melalui ajang olimpiade sains dunia. Selama 20 tahun partisipasi dalam olimpiade sains Internasional, Indonesia berhasil mengumpulkan 103 medali emas, 86 perak, 129 perunggu. Prestasi gemilang yang berhasil diraih tersebut tentunya menunjukkan bahwa Indonesia mempunyai banyak pelajar yang berkualitas. Namun, dengan kenyataan terserbut, timbul berbagai pertanyaan. : pertama, dengan prestasi yang diraih oleh anak bangsa indonesia, lantas apakah bangsa kita sudah berhasil membangun karakter pendidikan bangsa?. Kedua, dengan prestasi tersebut, apakah indonesia sudah mampu mengamalkan arah dan tujuan pendidikan nasional Indonesia, seperti diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945, adalah peningkatan iman dan takwa serta pembinaan akhlak mulia para peserta didik. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 menegaskan kembali fungsi dan tujuan pendidikan nasional tersebut. Dalam Pasal 3 ditegaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Ketiga, dengan prestasi yang telah diraih, lantas apakah bangsa ini telah terlepas dari kebodohan. Keempat, dengan prestasi yang telah diraih anak bangsa kita, lantas bagaimana implikasi yang konstruktif bagi bangsa kita dalam menyelesaikan persoalan bangsa hingga kini.

         Pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas, hanyalah segelincir pertanyaan dari beribu macam  pertanyaan yang masih mengganggu di benak saya. Untuk bisa kita menilai hal tersebut, alangkah baiknya kita akan mengkaji apa yang dimaksud dengan karakter, pendidikan, dan pendidikan karakter bangsa? Pertanyaan-pertanyaan tersebut, saya akan mengkolaborasi dengan fakta di lapangan.

1.   Definisi karakter

a.    Ditjen Mandikdasmen (Kementerian Pendidikan Nasional)

Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat,  bangsa  dan negara.  Individu  yang  berkarakter  adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat.

b.   Wyne

Mengungkapkan bahwa kata karakter berasal dari bahasa Yunani “karasso” yang berarti “to mark” yaitu menandai atau mengukir, yang memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku. Oleh sebab itu seseorang yang berperilaku tidak jujur, kejam atau rakus dikatakan sebagai orang yang berkarakter jelek, sementara orang yang berprilaku jujur, suka menolong dikatakan sebagai orang yang berkarakter mulia. Jadi istilah karakter erat kaitannya dengan personality (kepribadian) seseorang.

karakter adalah  nilai-nilai yang menjadi ciri khas tiap individu dan diaplikasikan dalam nilai-nilai kebaikan yang tercermin baik dalam bentuk tindakan maupun tingkah laku. Karakter merupakan ciri khas seseorang atau sekelompok orang yang mengandung nilai, kemampuan, kapasitas moral, dan ketegaran dalam menghadapi kesulitan dan tantangan. Kalau kita sudah memahami apa yang dimaksud karakter, maka saya akan mengajak pembaca untuk mencoba menilai karakter anak bangsa kita yang sangat memalukan.

Pada hari Rabu (29/5/2013) kita dikejutkan dengan pemberitaan di media televisi nasional tentang beredarnya video mesum anak SMP. Video mesuk tersebut menyebar dari HP satu ke HP yang lain layaknya virus yang terus menggandakan dirinya dan menjangkiti setiap objek yang didapatinya. Menurut analisa para ahli, Video mesum anak SMP tersebut sengaja dibuat oleh pelaku, namun belum diketahui modusnya. Kedua remaja SMP tersebut merekam adegan mesum mereka sangat detail mulai dari awal sampai pada akhirnya mereka seperti ketakutan karena perbuatan mereka seperti akan diketahui orang.

Sampai berita ini menyebar di seluruh media, elektronik, cetak dan online tersebut masih menyebar di tengah-tengah masyarakat, bahkan sampai pada tangan-tangan di bawah umur. Terkait ini Kepolisian Resor Kediri Kota, Jawa Timur, meminta warga hentikan mengedarkan video mesum yang melibatkan pelajar sebuah SMP di Kota Kediri. Polisi mengancam akan menidak tegas warga yang kedapatan menyebarkan video asusila tersebut.

Contoh di atas merupakan salah satu contoh dari sekian banyak fenomena-fenomena yang sangat mencoreng karakter bangsa indonesia. untuk itu, penting bagi pemerintah dalam memperhatikan karakter, prilaku dan akhlak anak didik bangsa. Salah satu upaya pemerintah dalam menangani masalah tersebut, tentu membutuhkan pengkajian yang mendalam tentang gejala-gejala yang mempengaruhi hal tersebut. Sehingga penanganan yang diberikan tidak sia-sia.

2.   Pendidikan karakter bangsa

a.       Definisi pendidikan

Dengan perkembangan zaman di dunia pendidikan yang terus berubah dengan signifikan sehingga banyak merubah pola pikir  pendidik, dari pola pikir yang awam dan kaku menjadi lebih moderan. Hal tersebut sangat berpengaruh dalam kemajuan pendidikan di Indonesia.

Menyikapi hal tersebut pakar-pakar pendidikan mengkritisi dengan cara mengungkapkan konsep dan teori pendidikan yang sebenarnya untuk mencapai tujuan pendidikan yang sesungguhnya. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Kamus Bahasa Indonesia, 1991:232, Pendidikan berasal dari kata "didik", Lalu kata ini mendapat awalan kata "me" sehingga menjadi "mendidik" artinya memelihara dan memberi latihan. Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran, tuntutan dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.

b.      Definisi bangsa

Pengertian bangsa adalah sekelompok manusia yang dipersatukan karena memiliki persamaan sejarah dan cita-cita yang mana mereka terikat di dalam satu tanah air. Dengan memiliki keinginan atau hasrat untuk bersatu dengan didorong oleh kesamaan sejarah dan cita-cita maka terbentuklah bangsa dari rakyat.

Pendidikan budaya dan karakter bangsa dimaknai sebagai pendidikan  yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan  karakter bangsa pada diri peserta didik  sehingga mereka memiliki nilai dan  karakter  sebagai  karakter dirinya, menerapkan  nilai-nilai  tersebut  dalam  kehidupan  dirinya,  sebagai  anggota masyarakat, dan warganegara  yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif.

Karakter bangsa Indonesia akan menentukan perilaku kolektif kebangsaan Indonesia yang khas, baik yang tercermin dalam kesadaran, pemahaman, rasa, karsa, dan perilaku berbangsa dan bernegara Indonesia yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila, norma UUD 1945, keberagaman dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika dan komitmen NKRI.


Daftar pustaka