Oleh
: Muhammad Awwad, S. Sos. I
Sekilas kita melihat berbagai prestasi
yang diraih oleh anak-anak bangsa indonesia, membuat kita semua bangga, karena hingga saat ini sudah lebih dari 100
medali emas yang berhasil dikumpulkan oleh anak-anak Indonesia melalui ajang
olimpiade sains dunia. Selama 20 tahun partisipasi dalam olimpiade sains
Internasional, Indonesia berhasil mengumpulkan 103 medali emas, 86 perak, 129
perunggu. Prestasi gemilang yang berhasil diraih tersebut tentunya menunjukkan
bahwa Indonesia mempunyai banyak pelajar yang berkualitas. Namun, dengan
kenyataan terserbut, timbul berbagai pertanyaan. : pertama, dengan prestasi yang diraih oleh anak bangsa indonesia,
lantas apakah bangsa kita sudah berhasil membangun karakter pendidikan bangsa?.
Kedua, dengan prestasi tersebut,
apakah indonesia sudah mampu mengamalkan arah dan tujuan pendidikan
nasional Indonesia, seperti diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945, adalah
peningkatan iman dan takwa serta pembinaan akhlak mulia para peserta didik.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 menegaskan kembali fungsi dan tujuan pendidikan
nasional tersebut. Dalam Pasal 3 ditegaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi
mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Ketiga, dengan prestasi yang telah diraih, lantas apakah bangsa ini
telah terlepas dari kebodohan. Keempat, dengan
prestasi yang telah diraih anak bangsa kita, lantas bagaimana implikasi yang
konstruktif bagi bangsa kita dalam menyelesaikan persoalan bangsa hingga kini.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut di
atas, hanyalah segelincir pertanyaan dari beribu macam pertanyaan yang masih mengganggu di benak
saya. Untuk bisa kita menilai hal tersebut, alangkah baiknya kita akan mengkaji
apa yang dimaksud dengan karakter, pendidikan, dan pendidikan karakter bangsa?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut, saya akan mengkolaborasi dengan fakta di
lapangan.
1.
Definisi karakter
a.
Ditjen Mandikdasmen (Kementerian
Pendidikan Nasional)
Karakter adalah
cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup
dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa
dan negara. Individu yang berkarakter adalah
individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap
akibat dari keputusan yang ia buat.
b.
Wyne
Mengungkapkan
bahwa kata karakter berasal dari bahasa Yunani “karasso” yang berarti “to
mark” yaitu menandai atau mengukir, yang memfokuskan bagaimana
mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku. Oleh
sebab itu seseorang yang berperilaku tidak jujur, kejam atau rakus dikatakan
sebagai orang yang berkarakter jelek, sementara orang yang berprilaku jujur,
suka menolong dikatakan sebagai orang yang berkarakter mulia. Jadi istilah
karakter erat kaitannya dengan personality (kepribadian) seseorang.
karakter
adalah nilai-nilai yang menjadi ciri khas tiap individu dan diaplikasikan
dalam nilai-nilai kebaikan yang tercermin baik dalam bentuk tindakan maupun
tingkah laku. Karakter merupakan ciri khas seseorang atau sekelompok orang yang
mengandung nilai, kemampuan, kapasitas moral, dan ketegaran dalam menghadapi
kesulitan dan tantangan. Kalau kita sudah memahami apa yang dimaksud karakter,
maka saya akan mengajak pembaca untuk mencoba menilai karakter anak bangsa kita
yang sangat memalukan.
Pada
hari Rabu (29/5/2013) kita dikejutkan dengan pemberitaan di media televisi
nasional tentang beredarnya video mesum anak SMP. Video mesuk tersebut menyebar
dari HP satu ke HP yang lain layaknya virus yang terus menggandakan dirinya dan
menjangkiti setiap objek yang didapatinya. Menurut analisa para ahli, Video
mesum anak SMP tersebut sengaja dibuat oleh pelaku, namun belum diketahui
modusnya. Kedua remaja SMP tersebut merekam adegan mesum mereka sangat detail
mulai dari awal sampai pada akhirnya mereka seperti ketakutan karena perbuatan
mereka seperti akan diketahui orang.
Sampai
berita ini menyebar di seluruh media, elektronik, cetak dan online tersebut
masih menyebar di tengah-tengah masyarakat, bahkan sampai pada tangan-tangan di
bawah umur. Terkait ini Kepolisian Resor Kediri Kota, Jawa Timur, meminta warga
hentikan mengedarkan video mesum yang melibatkan pelajar sebuah SMP di Kota
Kediri. Polisi mengancam akan menidak tegas warga yang kedapatan menyebarkan
video asusila tersebut.
Contoh
di atas merupakan salah satu contoh dari sekian banyak fenomena-fenomena yang
sangat mencoreng karakter bangsa indonesia. untuk itu, penting bagi pemerintah
dalam memperhatikan karakter, prilaku dan akhlak anak didik bangsa. Salah satu
upaya pemerintah dalam menangani masalah tersebut, tentu membutuhkan pengkajian
yang mendalam tentang gejala-gejala yang mempengaruhi hal tersebut. Sehingga penanganan
yang diberikan tidak sia-sia.
2.
Pendidikan karakter bangsa
a.
Definisi pendidikan
Dengan
perkembangan zaman di dunia pendidikan yang terus berubah dengan signifikan
sehingga banyak merubah pola pikir pendidik, dari pola pikir yang awam
dan kaku menjadi lebih moderan. Hal tersebut sangat berpengaruh dalam kemajuan
pendidikan di Indonesia.
Menyikapi
hal tersebut pakar-pakar pendidikan mengkritisi dengan cara mengungkapkan
konsep dan teori pendidikan yang sebenarnya untuk mencapai tujuan pendidikan
yang sesungguhnya. Pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan
masyarakat.
Kamus
Bahasa Indonesia, 1991:232, Pendidikan berasal dari kata "didik",
Lalu kata ini mendapat awalan kata "me" sehingga menjadi
"mendidik" artinya memelihara dan memberi latihan. Dalam memelihara
dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran, tuntutan dan pimpinan mengenai
akhlak dan kecerdasan pikiran.
b.
Definisi bangsa
Pengertian
bangsa adalah sekelompok manusia yang dipersatukan karena memiliki
persamaan sejarah dan cita-cita yang mana mereka terikat di dalam satu tanah
air. Dengan memiliki keinginan atau hasrat untuk bersatu dengan didorong oleh
kesamaan sejarah dan cita-cita maka terbentuklah bangsa dari rakyat.
Pendidikan
budaya dan karakter bangsa dimaknai sebagai pendidikan yang mengembangkan
nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didik
sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter
dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam
kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan
warganegara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif.
Karakter bangsa
Indonesia akan menentukan perilaku
kolektif kebangsaan Indonesia yang khas, baik yang tercermin dalam kesadaran, pemahaman, rasa, karsa, dan
perilaku berbangsa dan bernegara Indonesia yang berdasarkan nilai-nilai
Pancasila, norma UUD 1945, keberagaman dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika dan
komitmen NKRI.
Daftar pustaka