Muhammad Awwad, S. Sos. I

ilmu tidak akan diperoleh tanpa merasakan pahitnya kemiskinan.

Muhammad Awwad, S. Sos. I

jangan takut berkorban dalam menuntut ilmu.

Muhammad Awwad, S. Sos. I

hidup bukan untuk di protes, namun hidup membutuhkan proses.

Muhammad Awwad, S. Sos. I

luangkan waktumu sebanyak mungkin untuk menimba ilmu.

Muhammad Awwad, S. Sos. I

tuntutlah ilmu demi ilmu itu sendiri.

Sabtu, 03 Agustus 2013

Jangan Nodai Niat Sucimu Dalam Beribadah

Berbagai keutamaan, kemuliaan dan keberkahan 10 hari di akhir bulan suci ramadhan, baik yang dijelaskan dalam al-qur’an dan Hadits. Jangan sampai hal itu membutakan atau menodai niat ikhlas dalam beramal. Ikhlas dalam melaksanakan amal ibadah kepada allah swt merupakan sebuah keharusan atau kewajiban atas setiap muslim. Mengapa kita harus ikhlas? Lantas, kalau kita tidak ikhlas, apa pengaruhnya dalam ibadah kita? Untuk menjawab pertanyaan tersebut. Mari kita simak ayat berikut ini yang kami lengkapi dengan tafsir pada ayat berikut yang terdapat dalam Surat Al-Mulk ayat 2 :
Artinya : “(Allah) yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian siapakah yang paling baik amalnya ”
            Imam fudhail bin iyadh menafsirkan ahsanu ‘amalan dengan kata-katanya “jika kita beramal dengan ikhlas tapi dengan cara yang tidak benar, niscaya tidak akan diterima. Demikian pula jika kita beramal dengan benar tapi tidak dengan ikhlas juga tidak akan diterima. Jadi, kita harus beramal dengan benar dan ikhlas agar diterima oleh allah swt amiin”.
            Ikhlas secara linguistik dapat diartikan sebagai kemurnian, artinya tidak tercampur dengan sesuatu apapun. Adapun secara terminologi, ikhlas diartikan sebagai melakukan amalan dengan memurnikan maksud hanya tertuju pada allah swt semata. Secara komprehensif penjelasan mengenai ikhlas ini juga dapat kita temukan pada do’a iftitah. Biasanya do’a tersebut kita baca pada saat kita memulai shalat, yang dibaca seusai takbiratul ihram dalam shalat. Bahwasanya totalitas dalam segala aspek kehidupan kita harus tertuju pada ilahi.

            Menghidupakan malam 10 terakhir di bulan suci ramadhan dengan melakukan berbagai amalan, akan menjadi lebih efektif kalau kita tetap dalam koridor keikhlasan. Aggap saja, apapun yang menjadi balasan dan segala keutamaan atas ibadah kita menjadi hadiah atau bonus yang diberikan kepada kita. Namun, hal itu bukan menjadi tujuan atau landasan semata dalam melaksanakan ibadah. Mudah-mudahan tulisan yang sangat singkat ini bermanfaat bagi kita semua dan menjadi hamba allah swt yang mukhlisin amii..

Minggu, 14 Juli 2013

Galau Dengan Rizki

                Manusia tidak akan pernah luput dari masalah-masalah. Tidak ada manusia yang tidak pernah ada masalah. Masalah dalam dalam kehidupan ini menjadi salah satu bentuk ujian dari Allah Swt. Dari sinilah Allah swt akan menjaring hamba-hambanya yang betul-betul beriman dan bertaqwa. Salah satu hamba Allah Swt yang lemah adalah mereka yang hanya mau menaati perintah tuhan hanya dalam keadaan lapang. Hamba allah yang betul-betul beriman, akan menjalani perintah tuhan dalam segala keadaan. Sesungguhnya beruntunglah hamba-hamba allah yang mendapat ujian, karena dari ujian tersebut. Alllah akan menaikkan derajat hamba-hambanya. Justru sebaliknya, merugilah hamba-hamba Allah Swt yang tidak pernah mendapat ujian. Karena orang-orang yang mendapat ujian adalah orang-orang yang memiliki keistimewaan dan akan berpeluang akan dinaikkan derajatnya.

Salah satu masalah yang sangat rentan dihadapi oleh sebagian banyak orang adalah masalah rizki. Tidak sedikit para hamba allah swt yang mengeluh dengan keadaan rizki yang diterima. Dan tidak sedikit hamba Allah Swt yang diamanatkan rizki yang melimpah, justru membuat mereka lalai. Wahai hamba-hamba Allah Swt yang lagi galau dengan keadaan rizki yang diterima, jangan biarkan kegalauan anda berlarut-larut, karena hal itu tidak akan menyelesaikan masalah, justru akan menyika anda. Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menggapai rizki dengat ingat kepada Allah Swt dan kembali kepada al-qur’an dan hadits. Dalam hal ini, saya akan menyajikan hadits Rasulullah Saw, beliau bersabda :

 “Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065)
           
            Berdasarkan pada ayat di atas, rizki dan umur merupakan salah satu garis takdir allah swt. Kedua hal tersebut merupakan suatu hal yang sangat misterius dalam kehidupan ini. Namun, bukan berarti kita akan pasrah tanpa disertai dengan ikhtiar. Tawakkal atau penyerahan diri kepada Allah Swt adalah perbuatan hati bukan perbuatan lahiriah. Dan Allah Swt maha kuasa mengubah takdir seseorang. Hadits di atas menjadi salah satu bentuk representasi tuhan dalam kekusaannya melakukan segala sesuatu yang ia mau. Kalaupun kita ditakdirkan menjadi orang miskin. Akan tetapi kalau tuhan hendak akan merubahnya, maka Allah Swt tidak ada kesulitan baginya. Karena dialah yang maha pembuat takdir seseorang. Allah Swt memiliki sifat tak terikat dengan segala sesuatu. Jadi, mau-maunya tuhan dalam berbuat.

            Berdoa merupakan salah satu langkah yang dianjurkan dalam al-qur’an dalam menggapai rizki yang banyak dan halal lagi baik. Berdo’a merupakan salah satu bentuk ungkapan kita kepada yang maha kuasa akan segala kelemahan, kehinaan, ketidak berdayaan kita, dan ketergantungan kita kepadanya, karena hanya dia yang penolong lagi maha kuasa. Janganlah menyerah ketika do’a anda tidak cepat terkabul. Ada seorang sufi mengatakan : kalau do’a anda tidak cepat terkabul, janganlah sekali-kali anda berpikir negatif kepada tuhan, tetaplah berpikir positif. Ketika do’a anda tidak cepat dikabulkan karena allah swt senang melihat, mendengar alunan do’a yang kita panjatkan. Ibarat kalau ada pengamen yang memiliki suara yang bagus, terkadang kita tidak cepat memberikannya uang karena kita senang dengan suaranya yang merdu. Selalu berpikir positif kepada tuhan, karena mungkin tuhan lagi sekali senang dengan melihat kita berdo’a. dan ada saatnya yang tepat bagi tuhan mengabulkan permohonan kita.

Beriku ini hadits-hadits tentang rizki :

"Wahai Rasulullah! Kalau begitu apakah tidak sebaiknya kita berserah diri kepada takdir kita dan meninggalkan amal-usaha? Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang telah ditentukan sebagai orang yang berbahagia, maka dia akan mengarah kepada perbuatan orang-orang yang berbahagia. Dan barang siapa yang telah ditentukan sebagai orang yang sengsara, maka dia akan mengarah kepada perbuatan orang-orang yang sengsara. Kemudian beliau melanjutkan sabdanya: Beramallah! Karena setiap orang akan dipermudah! Adapun orang-orang yang ditentukan sebagai orang berbahagia, maka mereka akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang bahagia. Adapun orang-orang yang ditentukan sebagai orang sengsara, maka mereka juga akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang sengsara. Kemudian beliau membacakan ayat berikut ini: Adapun orang yang memberikan hartanya di jalan Allah dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar." (Shahih Muslim) 

Ayat :
Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.’” (QS. Nuh: 10-12)
  
Hadits :
“Kalau seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, maka Allah akan memberi rizki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rizki pada burung, pergi di pagi hari dengan keadaan lapar dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad)


Senin, 08 Juli 2013

Layakkah Orang Berdosa Menjalankan Puasa




Bulan puasa merupakan bulan yang suci, agung dan penuh dengan kemuliaan. Pada bulan puasa ribuan malaikat bahkan dengan jumlah yang tak terhingga berbondong-bondong turun ke bumi. Berbagai kemuliaan, keberkahan, rahmat dan ampunan Allah Swt menjadi perhiasaan bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Eksistensi akan kemuliaan bulan puasa semakin ditunjukkan dengan diikatnya mahluk tuhan yang bernama syetan dan iblis. Hal itu dilakukan agar tidak mengotori keagungan bulan puasa. Namun, manusia yang tuli, buta dan hati yang gelap gulita tidak mau mengambil pelajaran dari kejadian tersebut. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya umat muslim yang tidak menjalankan puasa. Berbagai warung makanan yang dibuka secara terbuka maupun sembunyi-sembunyi menjadi pelarian bagi umat muslim yang tidak menjalankan puasa. Fenomena pencurian bukan malah berkurang, justru pada bulan puasa fenomena pencurian semakin marak. Aku tidak mengerti, kenapa orang-orang seperti itu, tdak mau menghormati bulan ramadhan yang penuh dengan keagungan.


Sejauh ini jawaban atas pernyataan tersebut, dikarenakan belum silap dan belum l;ayak untuk memasuki bulan puasa. Landasan ontologoi saya mengatakan seperti itu. Di dalam agama Islam, sebelum datangnya bulan ramadhan, terlebih dahulu kita akan memasuki bulan rajab dan sya’ban. Bulan rajab dikenal sebagai bulan penyucian maksiat lahiriah. Sedangkan bulan sya’ban dikenal dengan bulan penyucian bathiniah. Setelah kita bisa melewati bulan tersebut, baru kita akan memasuki bulan ramadhan yakni bulan kemenangan atau bulan kesucian. Sebenarnya yang disebut suci, apakah bulannya atau orang-orang yang memasuki bulan tersebut? Pertanyaan akan saya jawab dengan proses sebelum kita memasuki bulan ramadhan. Apabila kita perhatikan secara seksama, ada dua bulan yakni bulan rajab dan sya’ban. Kedua bulan tersebut, digunakan untuk menyucikan maksiat lahir dan bathin. Jadi singkatnya, yang dikatakan suci adalah oranya. Sedangkan bulan ramadhan dikenal dengan bulan kemenangan. Dikatakan bulan kemenangan,hanya diperuntukkan kepada hamba-hamba allah swt yang telah mampu menyucikan maksiat lahir dan bathin pada bulan rajab dan sya’ban. Sehingga ketika memasuki bulan ramadhan sudah dalam keadaan suci. Kemduian yang jadi pertanyaannya, layakkah orang yang masih berdosa memasuki bulan puasa? Wallahu’alam bisshowab.


Minggu, 07 Juli 2013

Menuntut Ilmu Mempermudah Jalan Menuju Surga




Islam adalah salah  satu agama yang memiliki perhatian yang besar bagi orang-orang yang menuntut ilmu. Islam menempatkan derajat orang berilmu (‘alim) pada derajat yang tinggi. Salah satu hadits yang diriwayatkan oleh (HR. Muslim) Raslulullah Saw bersabda :

“Barangsiapa merintis jalan mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.”

Keterangan hadits di atas menjadi motivasi bagi orang-orang yang menuntut ilmu. Dengan ilmu kebahagian dunia-akherat akan bisa diperoleh. Semangat menuntut ilmu menjadi modal awal menggapai ilmu itu sendiri. Satu hal yang perlu dihindari dalam menuntut ilmu, janganlah menuntut ilmu dengan tujuan untuk menumpukkan harta, kesombongan dan bukan untuk dibanggakan. Namun, ilmu sebagai perhiasan sekaligus sebagai perisai yang akan menjaga keselamatan kita. Sesuai dengan salah satu sabda Rasulullah Saw :

“Sesuatu yang di langit dan bumi itu memohonkan ampunan bagi orang ‘alim (pandai)” [Abu Darda']

Hadits yang lain juga menerangkan kepada orang-orang yang menuntut ilmu dengan tujuan untuk dijadikan kebanggaan maka ancamannya adalah neraka. Sebagaimana hadits Rasulullah Saw bersabda :

“Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam mejelis (pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu. Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka”. (HR. Al-Tirmidzi dan Ibn Majah)

Ilmu sekali lagi bukan untuk diperdebatkan, melainkan untuk saling meluruskan satu sama lain. Mudah-mudahan dengan tulisan yang sangat ini, dapat bermanfaat dan menggerakkan hati kita untuk selalu optimis dan konsisten dalam menuntut ilmu sampai akhir hayat. Amiin ya rabbal ‘alamin.

Trik-Trik Pembelajaran Efektif

jurnal ilmiah


Kebanyakan yang menjadi persoalan mendasar bagi pelajar, yakni tidak mengenali bagaimana cara belajar yang efektif, sehingga tidak sedikit para pelajar menjadi bosan dan akibatnya mereka putus asa yang berimplikasi pada prestasi yang kurang baik. Persoalan-persoalan yang muncul biasanya seperti kurangnya dalam penalaran, tidak bisa menyelesaikan tugas dengan baik, daya ingat pelajar yang kurang baik, tidak bisa memahami penjelasan yang diberikan oleh gurunya dan banyak lagi persoalan-persoalan yang lain. Dari sinilah, pemerintah membuat kebijakan untuk menetapkan bimbingan dan konseling penting untuk diaadakan di setiap sekolah.
Berdasarkan pengalaman penulis dalam menempuh pendidikan selama ini di sekolah. Ada beberapa hal yang sangat signifikan dalam mempengaruhi problematika para pelajar. Diantaranya adalah :

1.   Kurangnya rasa ingin untuk mengetahui

Dalam hal ini, kita mencoba untuk mengevaluasi dari pengalaman sejak masih kecil. Ketika masih kecil, biasanya kita banyak bertanya. Hal-hal yang dianggap asing dalam pendegaran kita, secara tidak langsung kita bertanya dan bertanya. Bahkan, ketika tidak ada jawaban terkadang kita menangis.. Dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan, banyak hal yang kita tau. Budaya banyak bertanya menjadi salah satu trik pembelajaran yang efektif. Untuk itu, janganlah malu untuk bertanya kalau kita belum mengerti. Orang bilang “malu bertanya sesat di jalan”.

2.    Menumbuhkan kesadaran bahwa kita bisa naik dari bawah bukan dari atas

Membangun kesadaran seperti ini akan berimplikasi pada konsisten dalam mengevaluasi diri. Terkadang banyak pelajar yang tidak bisa memahami penjelasan dari gurunya, tanpa gurunya tidak mau tau akan masalahmu. Untuk itu, jangan mau ketinggalan dalam ilmu pengetahuan. Semakin banyak yang ditau semakin semangat anda dalam belajar. Jadi, permasalan bosan dalam belajar bisa teratasi. Dalam menjalani proses seperti ini, jangan malu-malu untuk mengulang kembali pelajaran-pelajaran yang sudah-sudah, kalu memang itu belum kita mengerti. Karena rasa malu adalah masalah terbesar dalam menjalankan trik ini. Semakin anda mampu menghilangkan rasa malu, semakin besar peluang anda untuk menjadi orang sukses.

3.    Jauhi lingkungan yang kurang mendukung, jikalau hal itu menjadi batu penghalang bagi anda.

Lingkungan memberikan pengaruh yang besar bagi perkembangan seseorang. Untuk itu, kalau anda mau jadi orang pintar, bertemanlah sama teman-teman yang dianggap pintar. Dengan seperti itu, sedikit tidak, anda akan ikut jadi orang pintar.

4.    Jangan lupa berdo’a

Berdo’a adalah sebuah ungkapan kita kepada tuhan yang maha agung akan kehinaan, kebodohan, kelemahan, serta ketergantungan kita kepada nya. Karena hanya dia yang maha kuat, maha pintar, maha berkehendak. Untuk itu, berdoalah sebanyak-banyaknya. Karena dia yang maha tau apa yang cocok bagi anda.

Mudah-mudahan apa yang menjadi pengalaman penulis diatas. Selama menempuh pendidikan selama ini, dapat bermanfaat. Amiiin….

Sabtu, 06 Juli 2013

Kelebihan Dan Tips Menjadi Orang Pintar, Cerdas Dan Tanggap






Setiap orang pasti selalu menginginkan kepintaran, kecerdasan, dan tanggap dalam menghadapi persolan yang ada. Kenapa tidak, dengan menjadi orang pintar, kita bisa mendapatkan suatu hal yang lebih dari orang lain. Misalnya, banyak orang yang membutuhkan kita, sehingga kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya pintar. Kenapa tidak? dengan memiiki anak yang pintar akan mengangkat harkat dan martabat. Dengan menjadi orang pintar, cerdas dan tanggap kita bisa mendapatkan uang. kenapa tidak? dengan kepintaran, kecerdasan, dan tanggap dalam menghadapi persoalan yang ada akan banyak pekerjaan yang akan mananti kita. Jadi, bukan kita yang mencari kerja, tapi kita yang dicari oleh pekerjaan.

Dengan menjadi orang pintar, kita akan memiliki pergaulan yang semakin luas dan pengalaman akan selalu meningkat. Kenapa tidak? karena dengan menjadi orang pintar, cerdas dan tanggap kita akan semakin dibutuhkan oleh banyak orang lain. Dengan menjadi orang pintar, cerdas,dan tanggap kita bisa menjadi orang kaya. Kenapa tidak? karena dengan menjadi orang pintar, cerdas dan tanggap ini akan akan membuka peluang kerja yang banyak, sehingga dari sana nanti kita akan mendapatkan kekayaan. 

Agama islam juga menjamin bahwa orang yang berilmu derajatnya akan ditinggikan. Dan dengan menjadi orang pintar, cerdas, dan tanggap ini akan membuka peluang untuk mendapatkan pasangan hidup yang sesuai dengan keinginan kita. Kenapa tidak? dengan menjadi orang pintar, cerdas dan tanggap kita bisa mendapatkan kecukupan bahkan bisa menjadi orang yang kaya raya wowwwwww……..  itu hanya segilincir kelebihan orang pintar, cerdas dan tanggap terhadap persoalan yang ada. Mau gak jadi orang seperti itu??? Ya maulah..hanya orang gila yang tidak mau kayak gitu!!!!!!!!!!!!!!hehehe.

tapi syaratnya Cuma satu, gak banyak koq….kasih tau gak ya???????????? Mau tau aja atau mau tau banget???????  Hehe, Cuma bercanda ja,,,,, syarat menjadi orang pintar, cerdas dan tanggap terhadap persoalan yang ada adalah banyak “membaca”. Jangan dengar kata saya , tapi renungkan ketika ayat al-quran yang pertama turun yaitu “iqra’” “bacalah”. Yakinlah sama al-quran, insya allah akan sukses dunia-akherat. Semoga bermanfaat. Amiin

Akselerasi Pendidikan Sebagai Pangkal Kemajuan Bangsa




Pendidikan merupakan salah satu aspek yang memiliki peran yang sangat vital dalam menggapai kemajuan suatu bangsa. Kesadaran akan hal tersebut, menjadi motivasi bagi semua Negara di dunia, untuk tidak mau ketinggalan dalam ilmu pengetahuan. Berbagai upaya yang dilakukan dalam memantapkan system pendidikan, manajemen pendidikan, dan karakteristik pendidikan. Negara Jepang sebagai contoh yang tepat bagaimana peranan pendidikan mampu mengubah perekonomian bangsa yang hancur lebur akibat Perang Dunia II kini bisa bangkit keterpurukan. Lebih hebatnya lagi bahkan mampu menguasai sebagian besar ekonomi dunia. Jepang menjadi salah satu motor penggerak modernisasi peradaban dunia berkat pendidikan yang berkualitas.

Menyadari akan pentingnya pendidikan sebagai akselerasi kemajuan bangsa, menuntut kita untuk lebih mempersiapkan diri dan selalu optimis dalam menimba ilmu sebanyaknya-banyaknya. Islam salah satu agama yang memberikan perhatian yang besar terhadap ilmu pengetahuan. Sebagai bentuk kepedulian islam dalam memandang pendidikan, sehingga ummat islam (muslim) di wajibkan untuk menunt ilmu sebagaimana yang tertuang dalam sebuah hadits. Sadar akan hal tersebut, lantas apa tindakan nyata kita saat ini?. tanyakanlah pada diri kita masing-masing.

Pemerintah sebagai salah satu elemen bangsa, yang memiliki tugas dalam menyiapkan pendidikan bagi anak bangsa yang layak dan berkualitas, tentu menjadi impian bagi kita semua. system pendidikan yang tertata rapi dan manajemen pendidikan yang berkualitas memiliki implikasi yang signifikan dalam menentukan kualitas pendidikan bagi anak bangsa.

Realitas pendidikan yang ada saat ini, sudah mampu melahirkan anak-anak yang berprestasi, baik dalam negeri maupun di luar negeri. Akan tetapi tidak cukup dengan semua itu, karena masih banyak anak-anak bangsa yang sampai saat ini belum bisa mengenyam pendidikan. Keadilan dalam pendidikan dan peran pendidikan dalam memajukan bangsa yang memiliki harkat dan martabat,belum secara optimal di realisasikan.


Jumat, 05 Juli 2013

REVITALISASI KARAKTER PENDIDIKAN BANGSA INDONESIA

Oleh : Muhammad Awwad, S. Sos. I

            Sekilas kita melihat berbagai prestasi yang diraih oleh anak-anak bangsa indonesia, membuat kita semua bangga, karena hingga saat ini sudah lebih dari 100 medali emas yang berhasil dikumpulkan oleh anak-anak Indonesia melalui ajang olimpiade sains dunia. Selama 20 tahun partisipasi dalam olimpiade sains Internasional, Indonesia berhasil mengumpulkan 103 medali emas, 86 perak, 129 perunggu. Prestasi gemilang yang berhasil diraih tersebut tentunya menunjukkan bahwa Indonesia mempunyai banyak pelajar yang berkualitas. Namun, dengan kenyataan terserbut, timbul berbagai pertanyaan. : pertama, dengan prestasi yang diraih oleh anak bangsa indonesia, lantas apakah bangsa kita sudah berhasil membangun karakter pendidikan bangsa?. Kedua, dengan prestasi tersebut, apakah indonesia sudah mampu mengamalkan arah dan tujuan pendidikan nasional Indonesia, seperti diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945, adalah peningkatan iman dan takwa serta pembinaan akhlak mulia para peserta didik. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 menegaskan kembali fungsi dan tujuan pendidikan nasional tersebut. Dalam Pasal 3 ditegaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Ketiga, dengan prestasi yang telah diraih, lantas apakah bangsa ini telah terlepas dari kebodohan. Keempat, dengan prestasi yang telah diraih anak bangsa kita, lantas bagaimana implikasi yang konstruktif bagi bangsa kita dalam menyelesaikan persoalan bangsa hingga kini.

         Pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas, hanyalah segelincir pertanyaan dari beribu macam  pertanyaan yang masih mengganggu di benak saya. Untuk bisa kita menilai hal tersebut, alangkah baiknya kita akan mengkaji apa yang dimaksud dengan karakter, pendidikan, dan pendidikan karakter bangsa? Pertanyaan-pertanyaan tersebut, saya akan mengkolaborasi dengan fakta di lapangan.

1.   Definisi karakter

a.    Ditjen Mandikdasmen (Kementerian Pendidikan Nasional)

Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat,  bangsa  dan negara.  Individu  yang  berkarakter  adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat.

b.   Wyne

Mengungkapkan bahwa kata karakter berasal dari bahasa Yunani “karasso” yang berarti “to mark” yaitu menandai atau mengukir, yang memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku. Oleh sebab itu seseorang yang berperilaku tidak jujur, kejam atau rakus dikatakan sebagai orang yang berkarakter jelek, sementara orang yang berprilaku jujur, suka menolong dikatakan sebagai orang yang berkarakter mulia. Jadi istilah karakter erat kaitannya dengan personality (kepribadian) seseorang.

karakter adalah  nilai-nilai yang menjadi ciri khas tiap individu dan diaplikasikan dalam nilai-nilai kebaikan yang tercermin baik dalam bentuk tindakan maupun tingkah laku. Karakter merupakan ciri khas seseorang atau sekelompok orang yang mengandung nilai, kemampuan, kapasitas moral, dan ketegaran dalam menghadapi kesulitan dan tantangan. Kalau kita sudah memahami apa yang dimaksud karakter, maka saya akan mengajak pembaca untuk mencoba menilai karakter anak bangsa kita yang sangat memalukan.

Pada hari Rabu (29/5/2013) kita dikejutkan dengan pemberitaan di media televisi nasional tentang beredarnya video mesum anak SMP. Video mesuk tersebut menyebar dari HP satu ke HP yang lain layaknya virus yang terus menggandakan dirinya dan menjangkiti setiap objek yang didapatinya. Menurut analisa para ahli, Video mesum anak SMP tersebut sengaja dibuat oleh pelaku, namun belum diketahui modusnya. Kedua remaja SMP tersebut merekam adegan mesum mereka sangat detail mulai dari awal sampai pada akhirnya mereka seperti ketakutan karena perbuatan mereka seperti akan diketahui orang.

Sampai berita ini menyebar di seluruh media, elektronik, cetak dan online tersebut masih menyebar di tengah-tengah masyarakat, bahkan sampai pada tangan-tangan di bawah umur. Terkait ini Kepolisian Resor Kediri Kota, Jawa Timur, meminta warga hentikan mengedarkan video mesum yang melibatkan pelajar sebuah SMP di Kota Kediri. Polisi mengancam akan menidak tegas warga yang kedapatan menyebarkan video asusila tersebut.

Contoh di atas merupakan salah satu contoh dari sekian banyak fenomena-fenomena yang sangat mencoreng karakter bangsa indonesia. untuk itu, penting bagi pemerintah dalam memperhatikan karakter, prilaku dan akhlak anak didik bangsa. Salah satu upaya pemerintah dalam menangani masalah tersebut, tentu membutuhkan pengkajian yang mendalam tentang gejala-gejala yang mempengaruhi hal tersebut. Sehingga penanganan yang diberikan tidak sia-sia.

2.   Pendidikan karakter bangsa

a.       Definisi pendidikan

Dengan perkembangan zaman di dunia pendidikan yang terus berubah dengan signifikan sehingga banyak merubah pola pikir  pendidik, dari pola pikir yang awam dan kaku menjadi lebih moderan. Hal tersebut sangat berpengaruh dalam kemajuan pendidikan di Indonesia.

Menyikapi hal tersebut pakar-pakar pendidikan mengkritisi dengan cara mengungkapkan konsep dan teori pendidikan yang sebenarnya untuk mencapai tujuan pendidikan yang sesungguhnya. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Kamus Bahasa Indonesia, 1991:232, Pendidikan berasal dari kata "didik", Lalu kata ini mendapat awalan kata "me" sehingga menjadi "mendidik" artinya memelihara dan memberi latihan. Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran, tuntutan dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.

b.      Definisi bangsa

Pengertian bangsa adalah sekelompok manusia yang dipersatukan karena memiliki persamaan sejarah dan cita-cita yang mana mereka terikat di dalam satu tanah air. Dengan memiliki keinginan atau hasrat untuk bersatu dengan didorong oleh kesamaan sejarah dan cita-cita maka terbentuklah bangsa dari rakyat.

Pendidikan budaya dan karakter bangsa dimaknai sebagai pendidikan  yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan  karakter bangsa pada diri peserta didik  sehingga mereka memiliki nilai dan  karakter  sebagai  karakter dirinya, menerapkan  nilai-nilai  tersebut  dalam  kehidupan  dirinya,  sebagai  anggota masyarakat, dan warganegara  yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif.

Karakter bangsa Indonesia akan menentukan perilaku kolektif kebangsaan Indonesia yang khas, baik yang tercermin dalam kesadaran, pemahaman, rasa, karsa, dan perilaku berbangsa dan bernegara Indonesia yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila, norma UUD 1945, keberagaman dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika dan komitmen NKRI.


Daftar pustaka