Muhammad Awwad, S. Sos. I

ilmu tidak akan diperoleh tanpa merasakan pahitnya kemiskinan.

Muhammad Awwad, S. Sos. I

jangan takut berkorban dalam menuntut ilmu.

Muhammad Awwad, S. Sos. I

hidup bukan untuk di protes, namun hidup membutuhkan proses.

Muhammad Awwad, S. Sos. I

luangkan waktumu sebanyak mungkin untuk menimba ilmu.

Muhammad Awwad, S. Sos. I

tuntutlah ilmu demi ilmu itu sendiri.

Sabtu, 03 Agustus 2013

Jangan Nodai Niat Sucimu Dalam Beribadah

Berbagai keutamaan, kemuliaan dan keberkahan 10 hari di akhir bulan suci ramadhan, baik yang dijelaskan dalam al-qur’an dan Hadits. Jangan sampai hal itu membutakan atau menodai niat ikhlas dalam beramal. Ikhlas dalam melaksanakan amal ibadah kepada allah swt merupakan sebuah keharusan atau kewajiban atas setiap muslim. Mengapa kita harus ikhlas? Lantas, kalau kita tidak ikhlas, apa pengaruhnya dalam ibadah kita? Untuk menjawab pertanyaan tersebut. Mari kita simak ayat berikut ini yang kami lengkapi dengan tafsir pada ayat berikut yang terdapat dalam Surat Al-Mulk ayat 2 :
Artinya : “(Allah) yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian siapakah yang paling baik amalnya ”
            Imam fudhail bin iyadh menafsirkan ahsanu ‘amalan dengan kata-katanya “jika kita beramal dengan ikhlas tapi dengan cara yang tidak benar, niscaya tidak akan diterima. Demikian pula jika kita beramal dengan benar tapi tidak dengan ikhlas juga tidak akan diterima. Jadi, kita harus beramal dengan benar dan ikhlas agar diterima oleh allah swt amiin”.
            Ikhlas secara linguistik dapat diartikan sebagai kemurnian, artinya tidak tercampur dengan sesuatu apapun. Adapun secara terminologi, ikhlas diartikan sebagai melakukan amalan dengan memurnikan maksud hanya tertuju pada allah swt semata. Secara komprehensif penjelasan mengenai ikhlas ini juga dapat kita temukan pada do’a iftitah. Biasanya do’a tersebut kita baca pada saat kita memulai shalat, yang dibaca seusai takbiratul ihram dalam shalat. Bahwasanya totalitas dalam segala aspek kehidupan kita harus tertuju pada ilahi.

            Menghidupakan malam 10 terakhir di bulan suci ramadhan dengan melakukan berbagai amalan, akan menjadi lebih efektif kalau kita tetap dalam koridor keikhlasan. Aggap saja, apapun yang menjadi balasan dan segala keutamaan atas ibadah kita menjadi hadiah atau bonus yang diberikan kepada kita. Namun, hal itu bukan menjadi tujuan atau landasan semata dalam melaksanakan ibadah. Mudah-mudahan tulisan yang sangat singkat ini bermanfaat bagi kita semua dan menjadi hamba allah swt yang mukhlisin amii..

Minggu, 14 Juli 2013

Galau Dengan Rizki

                Manusia tidak akan pernah luput dari masalah-masalah. Tidak ada manusia yang tidak pernah ada masalah. Masalah dalam dalam kehidupan ini menjadi salah satu bentuk ujian dari Allah Swt. Dari sinilah Allah swt akan menjaring hamba-hambanya yang betul-betul beriman dan bertaqwa. Salah satu hamba Allah Swt yang lemah adalah mereka yang hanya mau menaati perintah tuhan hanya dalam keadaan lapang. Hamba allah yang betul-betul beriman, akan menjalani perintah tuhan dalam segala keadaan. Sesungguhnya beruntunglah hamba-hamba allah yang mendapat ujian, karena dari ujian tersebut. Alllah akan menaikkan derajat hamba-hambanya. Justru sebaliknya, merugilah hamba-hamba Allah Swt yang tidak pernah mendapat ujian. Karena orang-orang yang mendapat ujian adalah orang-orang yang memiliki keistimewaan dan akan berpeluang akan dinaikkan derajatnya.

Salah satu masalah yang sangat rentan dihadapi oleh sebagian banyak orang adalah masalah rizki. Tidak sedikit para hamba allah swt yang mengeluh dengan keadaan rizki yang diterima. Dan tidak sedikit hamba Allah Swt yang diamanatkan rizki yang melimpah, justru membuat mereka lalai. Wahai hamba-hamba Allah Swt yang lagi galau dengan keadaan rizki yang diterima, jangan biarkan kegalauan anda berlarut-larut, karena hal itu tidak akan menyelesaikan masalah, justru akan menyika anda. Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menggapai rizki dengat ingat kepada Allah Swt dan kembali kepada al-qur’an dan hadits. Dalam hal ini, saya akan menyajikan hadits Rasulullah Saw, beliau bersabda :

 “Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065)
           
            Berdasarkan pada ayat di atas, rizki dan umur merupakan salah satu garis takdir allah swt. Kedua hal tersebut merupakan suatu hal yang sangat misterius dalam kehidupan ini. Namun, bukan berarti kita akan pasrah tanpa disertai dengan ikhtiar. Tawakkal atau penyerahan diri kepada Allah Swt adalah perbuatan hati bukan perbuatan lahiriah. Dan Allah Swt maha kuasa mengubah takdir seseorang. Hadits di atas menjadi salah satu bentuk representasi tuhan dalam kekusaannya melakukan segala sesuatu yang ia mau. Kalaupun kita ditakdirkan menjadi orang miskin. Akan tetapi kalau tuhan hendak akan merubahnya, maka Allah Swt tidak ada kesulitan baginya. Karena dialah yang maha pembuat takdir seseorang. Allah Swt memiliki sifat tak terikat dengan segala sesuatu. Jadi, mau-maunya tuhan dalam berbuat.

            Berdoa merupakan salah satu langkah yang dianjurkan dalam al-qur’an dalam menggapai rizki yang banyak dan halal lagi baik. Berdo’a merupakan salah satu bentuk ungkapan kita kepada yang maha kuasa akan segala kelemahan, kehinaan, ketidak berdayaan kita, dan ketergantungan kita kepadanya, karena hanya dia yang penolong lagi maha kuasa. Janganlah menyerah ketika do’a anda tidak cepat terkabul. Ada seorang sufi mengatakan : kalau do’a anda tidak cepat terkabul, janganlah sekali-kali anda berpikir negatif kepada tuhan, tetaplah berpikir positif. Ketika do’a anda tidak cepat dikabulkan karena allah swt senang melihat, mendengar alunan do’a yang kita panjatkan. Ibarat kalau ada pengamen yang memiliki suara yang bagus, terkadang kita tidak cepat memberikannya uang karena kita senang dengan suaranya yang merdu. Selalu berpikir positif kepada tuhan, karena mungkin tuhan lagi sekali senang dengan melihat kita berdo’a. dan ada saatnya yang tepat bagi tuhan mengabulkan permohonan kita.

Beriku ini hadits-hadits tentang rizki :

"Wahai Rasulullah! Kalau begitu apakah tidak sebaiknya kita berserah diri kepada takdir kita dan meninggalkan amal-usaha? Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang telah ditentukan sebagai orang yang berbahagia, maka dia akan mengarah kepada perbuatan orang-orang yang berbahagia. Dan barang siapa yang telah ditentukan sebagai orang yang sengsara, maka dia akan mengarah kepada perbuatan orang-orang yang sengsara. Kemudian beliau melanjutkan sabdanya: Beramallah! Karena setiap orang akan dipermudah! Adapun orang-orang yang ditentukan sebagai orang berbahagia, maka mereka akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang bahagia. Adapun orang-orang yang ditentukan sebagai orang sengsara, maka mereka juga akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang sengsara. Kemudian beliau membacakan ayat berikut ini: Adapun orang yang memberikan hartanya di jalan Allah dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar." (Shahih Muslim) 

Ayat :
Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.’” (QS. Nuh: 10-12)
  
Hadits :
“Kalau seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, maka Allah akan memberi rizki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rizki pada burung, pergi di pagi hari dengan keadaan lapar dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad)


Senin, 08 Juli 2013

Layakkah Orang Berdosa Menjalankan Puasa




Bulan puasa merupakan bulan yang suci, agung dan penuh dengan kemuliaan. Pada bulan puasa ribuan malaikat bahkan dengan jumlah yang tak terhingga berbondong-bondong turun ke bumi. Berbagai kemuliaan, keberkahan, rahmat dan ampunan Allah Swt menjadi perhiasaan bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Eksistensi akan kemuliaan bulan puasa semakin ditunjukkan dengan diikatnya mahluk tuhan yang bernama syetan dan iblis. Hal itu dilakukan agar tidak mengotori keagungan bulan puasa. Namun, manusia yang tuli, buta dan hati yang gelap gulita tidak mau mengambil pelajaran dari kejadian tersebut. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya umat muslim yang tidak menjalankan puasa. Berbagai warung makanan yang dibuka secara terbuka maupun sembunyi-sembunyi menjadi pelarian bagi umat muslim yang tidak menjalankan puasa. Fenomena pencurian bukan malah berkurang, justru pada bulan puasa fenomena pencurian semakin marak. Aku tidak mengerti, kenapa orang-orang seperti itu, tdak mau menghormati bulan ramadhan yang penuh dengan keagungan.


Sejauh ini jawaban atas pernyataan tersebut, dikarenakan belum silap dan belum l;ayak untuk memasuki bulan puasa. Landasan ontologoi saya mengatakan seperti itu. Di dalam agama Islam, sebelum datangnya bulan ramadhan, terlebih dahulu kita akan memasuki bulan rajab dan sya’ban. Bulan rajab dikenal sebagai bulan penyucian maksiat lahiriah. Sedangkan bulan sya’ban dikenal dengan bulan penyucian bathiniah. Setelah kita bisa melewati bulan tersebut, baru kita akan memasuki bulan ramadhan yakni bulan kemenangan atau bulan kesucian. Sebenarnya yang disebut suci, apakah bulannya atau orang-orang yang memasuki bulan tersebut? Pertanyaan akan saya jawab dengan proses sebelum kita memasuki bulan ramadhan. Apabila kita perhatikan secara seksama, ada dua bulan yakni bulan rajab dan sya’ban. Kedua bulan tersebut, digunakan untuk menyucikan maksiat lahir dan bathin. Jadi singkatnya, yang dikatakan suci adalah oranya. Sedangkan bulan ramadhan dikenal dengan bulan kemenangan. Dikatakan bulan kemenangan,hanya diperuntukkan kepada hamba-hamba allah swt yang telah mampu menyucikan maksiat lahir dan bathin pada bulan rajab dan sya’ban. Sehingga ketika memasuki bulan ramadhan sudah dalam keadaan suci. Kemduian yang jadi pertanyaannya, layakkah orang yang masih berdosa memasuki bulan puasa? Wallahu’alam bisshowab.


Minggu, 07 Juli 2013

Menuntut Ilmu Mempermudah Jalan Menuju Surga




Islam adalah salah  satu agama yang memiliki perhatian yang besar bagi orang-orang yang menuntut ilmu. Islam menempatkan derajat orang berilmu (‘alim) pada derajat yang tinggi. Salah satu hadits yang diriwayatkan oleh (HR. Muslim) Raslulullah Saw bersabda :

“Barangsiapa merintis jalan mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.”

Keterangan hadits di atas menjadi motivasi bagi orang-orang yang menuntut ilmu. Dengan ilmu kebahagian dunia-akherat akan bisa diperoleh. Semangat menuntut ilmu menjadi modal awal menggapai ilmu itu sendiri. Satu hal yang perlu dihindari dalam menuntut ilmu, janganlah menuntut ilmu dengan tujuan untuk menumpukkan harta, kesombongan dan bukan untuk dibanggakan. Namun, ilmu sebagai perhiasan sekaligus sebagai perisai yang akan menjaga keselamatan kita. Sesuai dengan salah satu sabda Rasulullah Saw :

“Sesuatu yang di langit dan bumi itu memohonkan ampunan bagi orang ‘alim (pandai)” [Abu Darda']

Hadits yang lain juga menerangkan kepada orang-orang yang menuntut ilmu dengan tujuan untuk dijadikan kebanggaan maka ancamannya adalah neraka. Sebagaimana hadits Rasulullah Saw bersabda :

“Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam mejelis (pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu. Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka”. (HR. Al-Tirmidzi dan Ibn Majah)

Ilmu sekali lagi bukan untuk diperdebatkan, melainkan untuk saling meluruskan satu sama lain. Mudah-mudahan dengan tulisan yang sangat ini, dapat bermanfaat dan menggerakkan hati kita untuk selalu optimis dan konsisten dalam menuntut ilmu sampai akhir hayat. Amiin ya rabbal ‘alamin.

Trik-Trik Pembelajaran Efektif

jurnal ilmiah


Kebanyakan yang menjadi persoalan mendasar bagi pelajar, yakni tidak mengenali bagaimana cara belajar yang efektif, sehingga tidak sedikit para pelajar menjadi bosan dan akibatnya mereka putus asa yang berimplikasi pada prestasi yang kurang baik. Persoalan-persoalan yang muncul biasanya seperti kurangnya dalam penalaran, tidak bisa menyelesaikan tugas dengan baik, daya ingat pelajar yang kurang baik, tidak bisa memahami penjelasan yang diberikan oleh gurunya dan banyak lagi persoalan-persoalan yang lain. Dari sinilah, pemerintah membuat kebijakan untuk menetapkan bimbingan dan konseling penting untuk diaadakan di setiap sekolah.
Berdasarkan pengalaman penulis dalam menempuh pendidikan selama ini di sekolah. Ada beberapa hal yang sangat signifikan dalam mempengaruhi problematika para pelajar. Diantaranya adalah :

1.   Kurangnya rasa ingin untuk mengetahui

Dalam hal ini, kita mencoba untuk mengevaluasi dari pengalaman sejak masih kecil. Ketika masih kecil, biasanya kita banyak bertanya. Hal-hal yang dianggap asing dalam pendegaran kita, secara tidak langsung kita bertanya dan bertanya. Bahkan, ketika tidak ada jawaban terkadang kita menangis.. Dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan, banyak hal yang kita tau. Budaya banyak bertanya menjadi salah satu trik pembelajaran yang efektif. Untuk itu, janganlah malu untuk bertanya kalau kita belum mengerti. Orang bilang “malu bertanya sesat di jalan”.

2.    Menumbuhkan kesadaran bahwa kita bisa naik dari bawah bukan dari atas

Membangun kesadaran seperti ini akan berimplikasi pada konsisten dalam mengevaluasi diri. Terkadang banyak pelajar yang tidak bisa memahami penjelasan dari gurunya, tanpa gurunya tidak mau tau akan masalahmu. Untuk itu, jangan mau ketinggalan dalam ilmu pengetahuan. Semakin banyak yang ditau semakin semangat anda dalam belajar. Jadi, permasalan bosan dalam belajar bisa teratasi. Dalam menjalani proses seperti ini, jangan malu-malu untuk mengulang kembali pelajaran-pelajaran yang sudah-sudah, kalu memang itu belum kita mengerti. Karena rasa malu adalah masalah terbesar dalam menjalankan trik ini. Semakin anda mampu menghilangkan rasa malu, semakin besar peluang anda untuk menjadi orang sukses.

3.    Jauhi lingkungan yang kurang mendukung, jikalau hal itu menjadi batu penghalang bagi anda.

Lingkungan memberikan pengaruh yang besar bagi perkembangan seseorang. Untuk itu, kalau anda mau jadi orang pintar, bertemanlah sama teman-teman yang dianggap pintar. Dengan seperti itu, sedikit tidak, anda akan ikut jadi orang pintar.

4.    Jangan lupa berdo’a

Berdo’a adalah sebuah ungkapan kita kepada tuhan yang maha agung akan kehinaan, kebodohan, kelemahan, serta ketergantungan kita kepada nya. Karena hanya dia yang maha kuat, maha pintar, maha berkehendak. Untuk itu, berdoalah sebanyak-banyaknya. Karena dia yang maha tau apa yang cocok bagi anda.

Mudah-mudahan apa yang menjadi pengalaman penulis diatas. Selama menempuh pendidikan selama ini, dapat bermanfaat. Amiiin….